Y GROUP STUDIO Kembali ke situs
← Semua artikel

Domain & Akses

A Record atau CNAME: Memilih Catatan untuk Domain dan Subdomain

Y Group Studio · · 2 menit baca

Kenali perbedaan A record dan CNAME sebelum menghubungkan domain atau subdomain ke hosting, lalu periksa tujuan koneksi serta kesiapan layanan webnya.

Saat menghubungkan website ke hosting, pemilik bisnis sering menerima instruksi berupa alamat IP atau sebuah nama host. Instruksi tersebut menentukan jenis catatan yang perlu digunakan. A record dan CNAME memiliki peran berbeda, sehingga memilihnya berdasarkan bentuk tujuan lebih aman daripada mengikuti contoh pengaturan dari website lain.

A record menunjuk alamat IPv4

A record menghubungkan nama domain dengan alamat IPv4. Contoh ilustratifnya, penyedia hosting memberi alamat server dan meminta pemilik domain memasangnya pada nama yang ditentukan. Pastikan alamat berasal dari instruksi hosting yang sah dan masih berlaku. Jika layanan memakai IPv6, periksa kebutuhan record AAAA secara terpisah. Jangan membuat nilai alamat sendiri atau menganggap semua website pada penyedia tersebut memiliki tujuan IP yang sama.

CNAME menunjuk nama lain

CNAME menjadikan suatu nama sebagai alias bagi nama domain lain. Pilihan ini umum dijumpai ketika penyedia layanan memberikan nama host sebagai tujuan. CNAME bukan mekanisme yang otomatis memindahkan browser ke alamat baru; perilaku redirect HTTP perlu dikonfigurasi pada layanan web. Batas penggunaan CNAME pada nama utama domain juga perlu diperiksa sesuai kemampuan penyedia DNS. Jangan menambahkan record yang bertentangan pada nama yang sama tanpa memahami aturan produk.

Sesuaikan dengan kebutuhan subdomain

Misalkan tim ingin membuat subdomain konsultasi yang mengarah ke layanan terpisah. Mereka perlu mengetahui nama yang akan dipakai, jenis record yang diminta, dan apakah layanan tujuan menerima nama tersebut. Pengaturan DNS saja belum menyelesaikan konfigurasi website. Hosting masih perlu mengenali domain, sertifikat harus mencakupnya, dan halaman tujuan perlu diperiksa. Bila layanan memiliki proses verifikasi kepemilikan, ikuti prosedur tersebut sebelum menganggap subdomain siap diumumkan.

Pemeriksaan sebelum dan sesudah perubahan

  • Cocokkan record dengan instruksi resmi penyedia layanan.
  • Simpan konfigurasi lama agar perubahan dapat ditelusuri.
  • Pastikan nama host ditulis tanpa salah ejaan.
  • Periksa konflik record dan kebutuhan IPv6 yang relevan.
  • Buka halaman tujuan serta verifikasi sertifikatnya.

Setelah pengaturan disimpan, beri waktu sesuai kondisi cache dan lakukan pengujian yang mencatat hasil. Jika domain sudah terjawab tetapi halaman keliru, fokuskan pemeriksaan ke konfigurasi hosting atau aplikasi. Jika nama tidak ditemukan, telusuri record serta nameserver yang digunakan. NawalaCP berfokus pada konteks akses domain di Indonesia; penyusunan record DNS tetap merupakan pekerjaan konfigurasi tersendiri. Pemisahan tanggung jawab ini membantu tim membuat laporan yang jelas saat meminta bantuan kepada penyedia hosting maupun pengelola domain.

Sumber dan bacaan

Panduan edukasi Y Group Studio disusun dengan bantuan AI dan rujukan yang tercantum. Contoh bersifat ilustratif; ketersediaan layanan mengikuti informasi pada halaman bisnis.

Kenali NawalaCP ↗

Lanjutkan membaca

Domain & Akses

WWW atau Tanpa WWW: Menjaga Alamat Website Tetap Konsisten

Pilih alamat utama website dan selaraskan redirect, canonical, sitemap, serta tautan internal agar pengunjung tidak berpindah di antara versi yang berbeda.

Domain & Akses

Menghindari Domain Kedaluwarsa dengan Jadwal dan Penanggung Jawab

Buat pengingat perpanjangan domain, cek akun registrar, dan tetapkan penanggung jawab agar alamat bisnis tidak kehilangan layanan karena administrasi terlewat.

Domain & Akses

Monitoring Uptime Website: Periksa Pengalaman Pengguna, Bukan Hanya Server

Tentukan halaman yang dipantau, jenis kegagalan, dan tindakan saat alert muncul agar monitoring uptime mencerminkan fungsi penting bagi pengunjung website.